Minggu, 14 Juli 2013

Tantangan dari kakek di Ramadhan #FLP Mengguncang Ramadhan


Tantangan dari kakek di Ramadhan
                Teuk..teuk..teuk..teuk, suara mesin jahit berbunyi merdu. Tiba-tiba, serggghhhh kendali mesin berbalik arah. Untung belum aku pasang benangnya, kalau tidak sudah patah jarumnya. Ah,ternyata belajar menjahit tidak semudah yang aku fikirkan. Aku mencoba lagi memutar roda mesin yang ada di hadapanku, lagi-lagi serggghhhh sergggghhhh.. Huh! “Bek pakek teunaga bak aki, lheuh puta nyoe aki ikot aju,,” seru kakek dari arah belakang sambil menunjuk roda mesin saat mengajariku. Aku mulai mencoba saran kakek. Teuk..teuk..serggghhh..serggghhh.. kakiku tetap saja minta ikut mengendalikan mesin, padahal aku sudah berusaha menahan. Tapi ternyata aku salah, menahan dengan kaki justru membuat laju mesin berbalik arah. Aku menunduk lemas.
“Bit bangai!”, gerutuk kakek mengagetkanku. Bagaimana aku tidak kaget, kata-kata itu keluar dari mulut kakekku. Kakek yang selama ini menyayangiku sebagai cucu pertama melebihi dari cucu yang lain. Kata-kata itu masuk melalui telingaku menelusuri relung hatiku yang paling dalam dan tap! Menancap kuat di hatiku. Sakit.. banget! Kakek berlalu menuju mesjid hendak menunaikan shalat isya’. Aku masih saja terdiam seribu bahasa. Perlahan tapi pasti aku mencoba bangkit, melupakan kata-kata itu dan melanjutkan belajar. Aku akan berusaha terus dan membuktikan pada kakek kalau aku juga bisa menjahit seperti nenek dan bundaku. “Jangan panggil aku cucumu kek, kalau aku tidak lulus tantangan ini.” Isakku dalam hati.
Bunda menghampiriku dan mengajak aku pulang. “Usi masih mau malanjutkan bun, bentar lagi ya bun.” Bujukku pada bunda. “Nanti kemalaman bunda gak berani pulang lagi, kalau masih mau belajar besok-besok ke tempat nenek lagi.” Sahut bunda sambil bersiap-siap pulang. Baiklah, aku turuti kata bunda. Setelah pamit sama nenek, kami pulang.
Di perjalanan, pikiranku melayang ke sana kemari. Aku memikirkan tentang diriku. Terkadang aku merasa bukan apa-apa di antara siapa-siapa, aku merasa beda dari orang lain. Setiap orang mempunyai keahlian di bidang apa saja, meskipun ada satu bidang keahliannya. Tapi aku, tak bisa apa-apa. Jadi bingung, sebenarnya aku mempunyai kelebihan apa?! Kata orang aku pintar masak karena jari-jariku lentik, tapi menurutku itu mitos. Aku sudah membuktikannya kok, tapi tetap aja selalu ada yang kurang dan lebih, masih gak jelas rasanya.
Okeh! Ramadhan kali ini aku akan semangat belajar mengendalikan mesin jahit. Aku harus bisa menghasilkan karya. Aku akan pindah ke rumah nenek selama dua minggu, untuk menyelesaikan tantangan ini. Aku harus membuktikan pada kakek, nenek dan bundaku bahwa aku apa-apa di antara siapa-siapa.






Kisah pilu di Ramadhan
Ramadhan kali ini beda… banget! Ya, terasa beda bagi orang tua angkatku di Bener Meriah, saudara-saudara kita di Gayo, Mesir, Suriah dan Palestine. Setelah diguncang gempa beberapa waktu lalu di Gayo dan sekitarnya, yang meninggalkan duka mendalam bagi saudara kita di sana. Mereka menikmati sahur dan berbuka di tenda-tenda pengungsian, dengan perlengkapan dan penerangan seadanya, makananpun terasa pahit ketika dikunyah. Berada di bawah tenda ditemani udara dingin yang menggigit, menambah penderitaan anak-anak tak berdosa. Selimut tetap menjadi sahabat setia dalam duka dan air mata.  
Berlanjut ke Mesir, Suriah dan Palestine. Aku tak bisa berkata-kata. Lidahku kelu. Aku membayangkan perilaku masyarakat jahiliyyah dalam shirah nabawiyyah yang begitu biadab. Pantas saja perintah dakwah turun di bagian Arab dan sekitarnya. Kelakuan yang terlaknat mereka masih turun temurun sampai akhir zaman. Do’a terus terucap dari hati di penghabisan sujud-sujudku. Aku ingin Allah menurunkan kekuasaannya di ramadhan kali ini untuk mereka yang teraniaya.
Kawan-kawan, hanya do’a do’a dan do’a senjata tanpa peluru tapi dahsyat yang bisa kita iringi hari ini untuk mereka.  Bagaimana mungkin kita bisa sahur dan buka puasa dengan nikmat dengan kondisi saudara kita di sana. Lidah mereka pahit juga lidah kita. Minimal sekali kita mensyukuri nikmat yang sudah diberikan Allah hari ini!